Senin, 02 Mei 2011

SKRIPSI AKU BAB1

http://www.skripsithathabab1.com">AKKUH/BAB%20I.docx

BAB I
A. Latar Belakang
Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) telah dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kualitas manusia indonesia yang beriman dan bertaqwa tehadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani rohani.
Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang tertera dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tersebut membutuhkan usaha dan kerja keras yang terus menerus dan berkesinambungan serta melibatkan banyak cara atau proses dan berlangsung sepanjang waktu dan menuju pada suatu perubahan yaitu berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan yang baru diperoleh individu, (Trianto, 2010: 16).
Idealnya pendidikan tidak hanya beriorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa depan. Pendidikan hendaknya melihat jauh kedepan dan memikirkan apa yang akan dihadapi peserta didik dimasa yang akan datang, (Trianto, 2008: 3). Menurut Buchori (2011) (dalam Khabibah, 2006: 1), bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para siswanya untuk suatu profesi atau jabatan tetapi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.
Sampai saat ini proses pengajaran khususnya pengajaran matematika yang diajarkan oleh guru di kelas masih diselenggarakan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Pada pelajaran ini suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif. Meskipun demikian guru lebih suka menerapkan model tersebut, sebab tidak memerlukan alat dan bahan praktik, cukup menjelasakan konsep-konsep yang ada pada buku ajar atau refrensi lain. Dalam hal ini siswa tidak diajarkan strategi belajar yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri, masalah ini banyak dijumpai dalam kegiatan proses belajar mengajar di kelas, oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar yang dapat membantu siswa untuk memahami materi ajar dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, (Trianto, 2010: 4).
SMP NW Kalijaga merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Aikmel, pelaksanaan pembelajaran di SMP NW Kalijaga tempat melakukan observasi awal ditemukan beberapa permasalahan antara lain: 1) Pengajaran matematika yang diajarkan oleh guru di kelas masih diselenggarakan dengan menggunakan pembelajaran konvensional, 2) Masih mengandalkan model-model pembelajaran yang berpusat pada guru, 3) Siswa jarang atau hanya sebagaian kecil yang mengajukan pertanyaan, 4) Guru masih kurang menerapkan model pembelajaran sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar, 5) Suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif, 6) Rendahnya prestasi belajar sering dijumpai, ini bisa kita lihat dari hasil belajar siswa dirasakan masih kurang, ini dibuktikan pada saat pemeriksaan hasil midle semester sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 56.
Kenyataan di lapangan siswa hanya menghafal konsep dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Lebih jauh lagi bahkan siswa kurang mampu menentukan masalah dan merumuskannya
Berdasarkan uraian di atas maka diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran sebagai solusi untuk bisa membantu menyelesaikan permasaslahan-permasalahan yang ada tersebut, khususnya mengarahkan para siswa untuk tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi pendekatan yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri agar pengaruhnya yang tidak baik bagi pembangunan pengetahuan berpikir dan analisis siswa tidak berlanjut dengan tampa mengubah kurikulum yang sudah ada, (Trianto, 2010 : 25).
Ada beberapa pendekatan yang saat ini mulai dikembangkan dan diterapkan, salah satunya adalah pendekatan kontekstual atau yang lebih dikenal dengan CTL (Contextual Teaching and Learning). CTL dapat menjadi alternatif pendekatan yang digunakan sebagai solusi permasalahan yang dihadapi Guru SMP NW Kalijaga, karena hakikat pendekatan kontekstual dapat dipelajari sehingga dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran. Selain itu, pengembangan strategi dalam pendekatan ini dapat menjadi pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna tampa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada (Trianto, 2010 : 25). Anak akan belajar lebih baik melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan yang alamiah, belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” apa yang dipelajarinya, bukan “mengetahui”-nya, (Rianto, 2010 : 159).
Paparan di atas menjadi latar belakang penulisan skripsi yang berjudul “Efektifitas penggunaan pendekatan kontekstual terhadap prestasi dan aktifitas belajar matematika pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX SMP NW Kalijaga”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan dalam penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Rendahnya prestasi belajar matematika.
2. Guru masih menggunakan pembelajaran konvensional.
3. Pada proses kegitan pembelajaran matematika suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif.
4. Masih mengandalkan model-model pembelajaran yang berpusat pada guru.
5. Pendekatan pembelajaran kontekstual belum dilaksanakan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
6. Kurangnya tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar matematika.

C. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, biaya dan kemampuan dari peneliti, maka peneliti membatasi penelitian ini pada:
1. Pembatasan Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP NW Kalijaga tahun pelajaran 2011/2012.
2. Pembatasan Objek Penelitian
Objek penelitian ini terbatas pada masalah efektivitas penggunaan pendekatan kontekstual terhadap prestasi dan aktivitas belajar matematika pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX SMP NW Kalijaga tahun pelajaran 2011/2012.
D. Rumusan Masalah
1. Apakah model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) efektif terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX SMP NW Kalijaga tahun pelajaran 2011/2012.
2. Apakah model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) efektif terhadap aktivitas belajar matematika pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX SMP NW Kalijaga tahun pelajaran 2011/2012.
E. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX SMP NW Kalijaga tahun pelajaran 2011/2012.
2. Untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) terhadap aktivitas belajar matematika pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung pada siswa kelas IX SMP NW Kalijaga tahun pelajaran 2011/2012.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Praktis
a. Dapat dijadikan acuan oleh kepala sekolah dalam memberikan supervisi untuk meningkatkan pembelajaran matematika.
b. Dapat dijadikan acuan bagi guru bidang studi, khususnya pelajaran matematika dalam menerapkan metodologi pengajaran
c. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut.
2. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan bagi peneliti dan kalangan yang merasa berkepentingan terhadap kajian permassalahan yang diangkat oleh peneliti selanjutnya.
b. Hasil penelitia ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pendidikan yang terkait dengan penerapan metode kontekstual terhadap aktivitas dan prestasi siswa.
c. Hasil penelitia ini diharapkan dapat menjadi bahan refrensi bagi para guru untuk mengembangkan proses belajar mengajar guna mencapai hasil belajar yang memuaskan.